Selasa, 18 Mei 2010

Kerajaan Israel yg Hilang dan Kerajaan Assyria

Berikut sedikit mengenai sejarah Kerajaan Israel yang saya kutip dari berbagai sumber:

Kerajaan Israil berdiri tahun 1020 SM. Di pimpin oleh tiga orang raja-nya, yaitu :

1. Saul (1020 SM - 1000 SM)
2. Daud / David (1000 SM - 961 SM)
3. Sulaiman / Solomo (961 SM - 922 SM)

Namun sejak sepeninggalan Nabi Sulaiman, kerajaan Israil terpecah menjadi dua yaitu kerajaan Israil Utara (Samaria) dan kerajaan Israil Selatan (Yudea- Yerusalem) .
Kerajaan Israil Utara terdiri dari 10 suku Israil, yaitu :
1. Ruben
2. Simeon
3. Lewi (Levi's)
4. Isakhar
5. Zebulon
6. Dan
7. Yusuf
8. Naftali
9. Gad
10. Asyer
Dan dipimpin oleh raja pertamanya yaitu Jerobeam (922 SM - 901 SM), dan raja terakhirnya Hosea (732 SM - 724 SM).

Kerajaan Israil Selatan (Yerusalem) terdiri dari 2 suku, yaitu :
1. Yehuda (Jehuda)
2. Benjamin
Dan dipimpin oleh raja pertamanya yaitu Rehobeam (922 SM - 915 SM), dan raja terakhirnya Zedekia (597 SM - 587 SM).

Pada tahun 721 SM, Kerajaan Asyria yang saat itu dipimpin oleh Raja Shalmanesar menyerbu dan menaklukan kerajaan Israil Utara yang saat itu di pimpin oleh Raja Hosea (Raja terakhir Israil Utara). Oleh Raja Assyiria ke 10 suku Israil yang tinggal di tawan dan di bawa keluar tanah air mereka menuju Assyiria. Diceritakan dalam Kitab Nabi Edras (Nabi Idris a.s.) bahwa 10 suku Israil ini melarikan diri dari syiria namun tidak menuju ke tanah air mereka namun bermigrasi ke timur jauh ke suatu negeri yang bernama Asareth (Nazara atau Azara). Sehingga sejak tahun 721 SM di Samaria sudah tidak terdapat satu pun suku Israil.

Pada tahun 603 SM dominasi kekuatan Assyiria direbut oleh kerajaan Babylonia. Dan pada tahun 587 SM Yerusalem dihancurkan oleh raja Nebukadnezar. Dan seperti Raja Assyiria, Raja Nebukadnezar pun menawan dan membawa keluar 2 suku Bani Israil yang ada di Yerusalem ke Babylonia, Media (Persia), dan Ghaur (kawasan pegunungan Afghanistan) .

Dan pada periode 538 SM - 332 SM Kekuatan Babylonia direbut oleh Kerajaan Persia oleh Raja Cyrus dan pada era tersebut ke 2 suku Bani Israil kembali menuju tanah air mereka di Yerusalem, sementara 10 suku Israil yang lain tersebar di negeri-negeri Timur sepanjang Syam (Syiria), Persia, Afghanistan, kasymir (Hindustan Utara), bahkan hingga Tibet (perbatasan Cina) dan di negeri-negeri barat (Eropa).


Peta diatas menunjukkan kekuatan dan kekuasaan kerajaan Assyria yang berjaya menewaskan serta menakluk kerajaan Israel Utara.


Bendera kerajaan Assyria



lakaran dinding yg dijumpai oleh ahlikaji purba menunjukkan gambar Raja Shalmanesar.


Raja Assyrria


Ukiran kepala berwajah manusia dan badan berbentuk binatang merupakan seni bina yg wujud dizaman kerajaan Assyria.


Ukiran dizaman Assyria.


Pelukis membayangkan kemajuan yg wujud dizaman kerajaan Assyiria yg sangat maju pd ketika itu.


Salah satu lakaran kuil binaan di Kerajaan Assyrria.


Lukisan dinding yg dijumpai menunjukkan tentera Assyria sedang berperang. Semangat juang Tentera Assyria memang tidak dapat ditandingi mana2 musuh pun pd ketika itu.


Lukisan tentera Assyria yg lengkap bersenjata perang.


Tentera berkuda Assyria


Tawanan perang Assyiria. Terdiri daripada suku suku bangsa Israel Utara yg kalah dimedan perang. Mereka antara 12 suku Bangsa Israel yg hilang didunia.


Tulisan atau kaligrafi yg dijumpai di manuskrip2 lama milik kerajaan Assyria..
Kesimpulannya, kerajaan yg dibina oleh Nabi Sulaiman AS telah hancur dan musnah oleh kesombongan dan ketamakan keturunannya. Serta Kerajaan Israel Utara tidak mendengar serta mempercayai Nabi dan rasul yg diutuskan kepada mereka. Oleh yg demikian Allah s.w.t telah menghancurkan kerajaan tersebut. Kejadian yg sama terjadi kepada Kerajaan Assyria yg mana mereka juga telah mendustai para nabi Allah dan dihancurkan oleh Kerajaan Babylonia.
Kisah Nabi Uzair yg melihat kehancuran Kerajaan Israel Utara direkod didalam Al Quran.
Surah Al baqarah ayat 259: "Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: 'Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?', maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: 'Berapa lama kamu tinggal di sini ?' Ia menjawab: 'Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.' Allah berfirman: 'Sebenarnya kamu tinggal di sini selama seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum berubah; dan lihatlah kepada keledaimu itu (yang telah menjadi tulang-belulang): Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang- belulang keldai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.' Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: 'Saya yakin bahawa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.'" (QS. al-Baqarah: 259)

Dan kesombongan sebahagian penduduk Assyria yg mendustai serta menafikan Nabi Allah, Uzair telah menyebabkan kehancuran kepada mereka sendiri. Yg man mereka telah mendakwa bahawa Uzair anak Allah sebagaimana yg tercatit dalam Al Q uran. "Orang-orang Yahudi berkata: 'Uzair adalah anak Allah.'" (QS. al- Baqarah: 30). Subahanallah, sesungguhnya Allah tidak beranak dan memperanakan. Ini tercatit dalam surah Maryam "Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia." (QS. Maryam: 35).
Wallahu A'lam